10 Contoh Surat Permohonan Bantuan Alat, Barang, Dana dan Lainnya. Contoh Surat Permohonan Bantuan - Sebagai makhluk sosial, meminta bantuan adalah hal yang wajar. Meminta bantuan seringkali diutarakan secara lisan dan tulisan. Namun, untuk kepentingan formal penggunaan surat permohonan bantuan banyak dilakukan. MAKALAHKEBENCANAAN BENCANA KEBAKARAN. Salah satu akibat yang paling nampak dari salah urus pengelolaan hutan selama 30 tahun adalah meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Hutan-hutan tropis basah yang belum ditebang (belum terganggu) umumnya benar-benar tahan terhadap kebakaran terjawab1. Bantuan yang sangat diperlukan oleh korban bencana kebakaran hutan adalah A. Masker B. Selimut C. Air bersih D. Obat-obatan 2. Akibat yang ditimbulkan dari gunung meletus yang dapat merugikan manusia adalah A. Penebangan pasir C. Tanah pertanian menjadi subur B. Objek wisata gunung merapi D. Rusaknya sarana dan prasarana umum Iklan Musimkebakaran hutan Australia 2019-2020 adalah serangkaian kebakaran hutan yang saat ini membakar di berbagai penjuru di Australia, terutama di daerah tenggara. Musim kebakaran 2019-20 adalah musim dengan intensitas yang menonjol dibandingkan dengan musim sebelumnya karena telah membakar sekitar 186 juta hektare (460 juta ekar; 1.860.000 kilometer persegi; 720.000 mil persegi Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. CANBERRA - Setiap tahun, warga beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan selalu menderita karena kebakaran hutan dan lahan. Penyebab bencana asap telah diketahui dan berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memadamkan api. Kendati demikian, bencana tersebut selalu berulang dan menjadi hajat tahunan republik ini. Barangkali sudah tiba saatnya untuk meningkatan pelibatan dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan kebakaran lahan dan hutan Manusia adalah penyebab utama kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi makin parah karena musim kemarau dan fenomena El Nino yang akan mempermudah dan memperluas penyebaran api serta menyebabkan kabut asap. Oknum-oknum yang membakar hutan dan lahan memiliki motif ekonomi di balik aksinya. Motif pertama adalah karena metode inilah yang paling murah. Menurut BNPB, pembukaan lahan dengan membakar hanya memerlukan dana 600 - 800 ribu per hektar, sedangkan tanpa bakar memerlukan biaya 3,5 - 5 juta. Motif kedua berkaitan dengan harga lahan, yaitu karena melonjaknya harga lahan setelah dibakar. Hasil penelitian dari CIFOR menunjukkan, harga lahan sebelum dibakar adalah delapan juta rupiah dan setelah pembakaran menjadi 11 juta rupiah. Kemudahan metode pembakaran hutan dan lahan serta keuntungan ekonomi di baliknya menyebabkan ada pihak-pihak yang diuntungkan. CIFOR mencatat para pihak tersebut adalah kelompok tani, pengklaim lahan, perantara penjual lahan, dan investor sawit. Seiring makin meningkatnya industri sawit, maka pembakaran hutan dan lahan akan terus terjadi. Selain motif ekonomi dari berbagai pihak, kebakaran lahan dan hutan juga terjadi karena adanya ketidakpatuhan. Pada tahun 2014, dibentuk Tim Gabungan Audit Kepatuhan yang terdiri dari beberapa institusi pemerintah, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BP REDD+, UKP4 dan para ahli serta asisten teknis. Tim ini bertujuan untuk mendapatkan informasi menyeluruh mengnai tingkat kepatuhan perusahaan dan pemerintah daerah. Tim juga mencoba menemukan akar persoalan dan pemenuhan kewajiban dari perusahaan dan pemerintah daerah dalam rangka mencegak kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, rekomendasi untuk membina dan mengawasi juga disampaikan dalam laporan Tim investigasi dari Tim Audit adalah adanya ketidakpatuhan baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun pemerintah daerah. Perusahaan tidak patuh di antaranya karena adanya lahan gambut di wilayah konsesi, perusahaan tidak mampu menjaga wilayah konsesinya karena berbenturan dengan kepentingan masyarakat yang tinggal di sana, tidak ada pelaporan dari perusahaan yang akan mempermudah deteksi sebelum kebakaran, dan perusahaan tidak memiliki sarana prasarana dan sumber daya manusia untuk pencegahan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga melakukan ketidakpatuhan karena pengawasan terhadap perusahaan tidak optimal, tidak adanya perlindungan dalam tata ruang, tidak adanya dukungan untuk PLTB Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, dan dukungan anggaran tidak optimal. Masyarakat sudah dilibatkan untuk menghadapi kebakaran lahan dan hutan, namun masih terdapat beberapa kendala. Pertama karena wilayah yang dikelola oleh Manggala Agni terlalu luas. Kedua, pemberdayaan masyarakat peduli api belum optimal karena belum semua daerah memiliki dan kelompok masyarakat ini tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Dampak kebakaran lahan dan hutan Asap karena kebakaran hutan dan lahan berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat. Ribuan warga harus menderita karena udara yang tercemar asap dan hasilnya banyak yang menderita infeksi saluran pernafasan atas. Selain itu, asap yang tebal mengganggu jarak pandang, sehingga warga kesulitan untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk terjadinya gangguan penerbangan. Dari sisi ekonomi, data menunjukkan kerugian sekitar 20 triliun rupiah dalam waktu dua bulan. Selain pada manusia, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada lingkungan, keanekaragaman hayati dan pemanasan global. CIFOR mengungkapkan, pembakaran hutan akan menyebabkan krisis lingkungan dan hilangnya sumber air. Sementara itu, Yuni Setio Rahayu dari LIPI mengungkapkan terjadinya penyusutan keragaman hayati pasca kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali. Kebakaran yang terjadi juga melepaskan gas karbon ke atmosfer. Data dari CIFOR memperkirakan karbondioksida yang terlepas berada pada kisaran 1,5 - 2 ton dan akan memperparah laju peningkatan suhu bumi. Upaya untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutanPemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api. BNPB melakukan empat langkah, yaitu 1. Pemadaman dari udara dengan hujan buatan dan pemboman air;2. Pemadaman di darat oleh tim gabungan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA, dan masyarakat; 3. Operasi penegakan hukum oleh Polri dan PPNS; 4. Pelayanan kesehatan dan sosialisasi. Selain berbagai upaya oleh BNPB, pada tahun 2014 Tim Gabungan Audit Kepatuhan juga memberikan beberapa rekomendasi 1. Perbaikan kebijakan di kawasan rawan kebakaran; 2. Pelaksanaan evaluasi konsesi; 3. Penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam resolusi konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan; 4. Pembinaan dan pengawasan berjenjang; 5. Pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan; 6. Dukungan PLTB dan insentif. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan hasil yang menggembirakan dan dapat memadamkan api pada tahun berjalan. Namun, tahun berikutnya kebakaran kembali terjadi dengan penyebab yang sama, dampak yang makin luas, dan upaya yang sama akan kembali dilakukan. Sudah waktunya penanggulangan bencana asap memasuki babak baru sebelum kerugian bagi manusia, ekonomi, dan lingkungan makin menghebat. Peran masyarakat untuk mitigasi bencana asapMasyarakat sebagai pihak yang berada paling dekat dan terdampak langsung dari kebakaran bisa menjadi jalan keluar. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan berada di lokasi ketika bencana terjadi, namun setelah bisa mengatasi, mereka pun akan segera pergi. Dengan demikian, masyarakat yang senantiasa berada di lokasi hendaknya bisa mencegah pembakaran lahan dan hutan agar tidak menjadi bencana. Peran serta masyarakat untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan bisa dimulai dari tingkat desa. Masyarakat Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau telah memiliki Peraturan Desa PerDes Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. Peraturan desa ini lahir karena keprihatinan warga akan dampak kebakaran hutan dan lahan serta melihat penegakan peraturan daerah di tingkat provinsi yang lemah. Di dalam peraturan desa tersebut diatur dengan jelas dan tegas, bahwa setiap warga masyarakat yang membakar lahan tanpa terkendali dan mengakibatkan kebun/ladang tetangga ikut terbakar akan dikenakan sanksi. Besaran sanksi tersebut adalah sebagai berikut tanaman karet dendanya Rp dan tanaman sawit dendanya Rp Aturan tersebut terbukti ampuh dan sudah ada warga yang membayar denda sejumlah Rp Dalam mekanisme ini, pemerintah daerah tidak menerima denda, namun hanya sebagai penengah antara korban dan pembakar. Peraturan Desa Harapan Jaya tersebut memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Pertama, masyarakat dengan inisiatif sendiri bisa bekerja sama untuk menghukum warga yang membakar lahan tanpa terkendali. Kedua, mekanisme denda atau sanksi ampuh untuk memberikan efek jera kepada para pembakar. Ketiga, kendati peraturan desa itu ampuh, namun cakupannya hanya terbatas pada administrasi desa dan tidak berdaya untuk menghukum perusahaan yang membakar lahan. Belajar dari peraturan desa dan penegakannya, maka inilah beberapa hal yang kiranya bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan daerah agar kebakaran tidak terus berulang setiap tahun. Pertama, partisipasi masyarakat harus ditingkatkan terutama untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungannya dengan pelatihan dan penyediaan sarana dan prasara untuk memadamkan api. Kedua, kemitraan antara perusahaan dan masyarakat perlu dijalin oleh pemerintah daerah agar tidak timbul konflik. Ketiga, memberlakukan mekanisme denda kepada perusahaan yang wilayah konsesinya terbakar dengan perhitungan denda per hektar. Sistem denda ini akan efektif karena efek jera dan kecepatan pelaksanaannya dibandingkan upaya pidana atau perdata. Keempat, pengembangan penelitian dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menggantikan metode pembakaran lahan. Kelima, bila metode membakar masih tetap menjadi pilihan, maka harus terkendali dan diawasi dengan ketat agar tidak meluas. dewo JAKARTA, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Doni Monardo menilai, kunci utama dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan adalah mencegah peristiwa itu terjadi. Berdasarkan catatan BNPB, luas area hutan dan lahan yang terbakar pada tahun ini mencapai hektar. Jumlah ini meliputi lahan gambut hektar 27,7 persen dan mineral hektar 72,3 persen.Baca juga Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Potensi Gempa Berulang Meski lebih sedikit, namun sifat lahan gambut yang kering mengakibatkan timbulnya bencana asap yang cukup hebat dibandingkan lahan mineral. "BNPB ke depan bersama kementerian/lembaga bertugas mengembalikan fungsi gambut menjadi basah dan berawa," kata Doni saat menyampaikan paparan di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin 30/12/2019. Sementara itu, dilihat dari wilayahnya, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan luas area lahan terbakar paling luas yakni mencapai posisi berikutnya diikuti Kalimantan Barat hektar, Nusa Tenggara Timur hektar, Kalimantan Selatan hektar, dan Sumatera Selatan hektar. Adapun puncak kasus kebakaran hutan dan lahan terjadi Juli hingga November 2019. Hal itu terjadi lantaran pada medio tersebut merupakan puncak musim kemarau pada tahun ini. Diperkirakan, total kerugian yang timbul akibat bencana ini mencapai Rp 75 triliun. Baca juga 2019, BNPB Catat Terjadi Bencana di Indonesia Selain mencegah, Doni menambahkan, perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi membakar hutan dan lahan untuk kepentingan pertanian. Salah satunya yakni dengan memberikan bantuan bibit yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi kepada masyarakat. "Antara lain jenis tanaman jangka pendek seperti lidah buaya, kemudian nenas, jangka menengah seperti kopi, dan jangka panjang berupa sagu. Sehingga masyarakat tida bergantung pada satu jenis komoditi," kata dia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Ini yang Paling Dibutuhkan Korban Bencana Kebakaran Weref Kota Jayapura - Kabar Papua Bantu Ringankan Penderitaan Korban Kebakaran Hutan Lahan Terbuka Karhutla Kalimantan dan Sumatera - Lifestyle Bantu Ringankan Penderitaan Korban Kebakaran Hutan Lahan Terbuka Karhutla Kalimantan dan Sumatera - Lifestyle Memahami dan Mencari Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia GAPKI Dinas Sosial Beri Bantuan Korban Kebakaran Badui Bantu Ringankan Penderitaan Korban Kebakaran Hutan Lahan Terbuka Karhutla Kalimantan dan Sumatera - Lifestyle 5 Bencana Kebakaran Paling Mematikan Sepanjang Sejarah, Nyawa Melayang! Tiga Helikopter Dikerahkan Atasi Kebakaran Hutan di Kalsel Kebakaran hutan Ditawari Malaysia dan Singapura bantuan, Indonesia sebut nanti dilecehkan, ah gitu aja minta bantuan’ - BBC News Indonesia PBB Perubahan Iklim Berarti Lebih Banyak Bencana Cuaca Setiap Tahun DUNIA Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia DW Asap Kebakaran Hutan AS Capai Eropa Menolak Lupa Karhutla Hebat 2015 Mensos Beberkan 5 Langkah Tangani Korban Terdampak Karhutla Halaman all - Yunani Dikepung Tiga Kebakaran Hutan Terparah PM Australia akan Bantu Korban Kebakaran Hutan Ratusan Rumah Hancur Akibat Kebakaran Hutan di Australia Kebakaran Hutan Mengintai Dunia Uni Eropa Kirim Bantuan ke Turki Atasi Kebakaran Hutan Turki Umumkan Status Bencana Nasional Kebakaran Hutan Korban Tewas Kebakaran Hutan Australia Bertambah Jadi 24 Orang Upaya Memadamkan Kebakaran Hutan, Racun Api hingga Hujan Buatan - Nasional Dinsos Banjarmasin Siapkan Rp 400 Juta bagi Korban Kebakaran Republika Online BNPB Korban ISPA Akibat Karhutla Mencapai 900 Ribu Jiwa - Nasional Presiden Didesak Keluarkan Perpu Penanggulangan Kebakaran Hutan - Nasional Atasi Kebakaran Hutan Turki, Uni Eropa Kirim Pemadam Kebakaran Belasan Korban Terbakar Hidup-hidup di Mobil dan Jalanan akibat Kebakaran Hutan California Halaman all - Kebakaran Hutan Ancam Masyarakat, California Kini Gencar Cari Bantuan - Pikiran Rakyat Indramayu Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, 8 Hektare Hutan di Sukabumi Terbakar - Regional Tak Hanya Uang dan Makanan, Berikut 4 Bantuan yang Paling Dibutuhkan Korban Banjir - 17 Cara Mencegah Kebakaran Hutan Dan Lahan - damkar sekutu, dan mitra membantu Australia mengatasi bencana kebakaran Indo-Pacific Defense Forum Kebakaran Hebat di Gunung Putri Bogor, Diduga Karena Sambaran Petir - Beda Data Kebakaran Hutan BNPB vs KLHK Riau Paling Terdampak Korban Kebakaran Hutan Turki akan Diberikan Rumah Baru Republika Online Kebakaran Hutan Parah Terjadi di Rupat Riau, Asap Ancam Kesehatan Warga Bencana Asap, BMH Siagakan Ambulans dan Bagi-Bagi Masker Republika Online Peduli Bencana Karhutla, PGN Salurkan Bantuan ke 3 Lokasi di Riau Perhutani kirim bantuan untuk korban bencana di Bogor - ANTARA News Yunani Kirim Migran Korban Kebakaran ke Kamp Sementara Lima kawasan hutan di Batam terbakar dalam sebulan - ANTARA News Rela Sisihkan Uang Jajan untuk Bantu Korban Banjir, Para Siswa Mulai Menumbuhkan Kepedulian - Pertolongan Pertama Korban Kebakaran Hutan Indonesia Baik BPBD Catat Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Capai 811,16 Hektare Kilas balik 2019 - Karhutla dan harapan hutan 2020 - ANTARA News Korban Bencana di NTT Dapat Pasokan Bantuan Air Siap Minum Korea Selatan Hadapi Kebakaran Terburuk Ini Yang Dibutuhkan Pengungsi Korban Kebakaran - ANTARA News Megapolitan Korban Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Turki Bertambah Semakin Banyak Korban Kebakaran di Australia DUNIA Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia DW Kebakaran Hutan Menyebabkan Kerugian Dua Kali Lipat Dibanding Tsunami 2004 DUNIA Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia DW Sejarah Kebakaran Hutan & Lahan di Indonesia Terparah Tahun 1997 Mitigasi bencana kebakaran hutan jambi 10 Cara Membantu Korban Bencana Alam - Tokopedia Blog BGR Logistics Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Subang - Bisnis BNPB Sedikitnya 5 Orang Meninggal akibat Bencana Kabut Asap Kebakaran di Kotabaru Kalsel, 150 Rumah Habis Terbakar Kebakaran hutan Ditawari Malaysia dan Singapura bantuan, Indonesia sebut nanti dilecehkan, ah gitu aja minta bantuan’ - BBC News Indonesia 4 Upaya Pemerintah Padamkan Kebakaran Hutan Halaman all - Taiwan Galang Dana Bantu Tangani Kebakaran Hutan di Australia, MOFA Donasikan Masker Taiwan Today Pertamina Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wonogiri Masyarakat Internasional Bantu Israel Padamkan Kebakaran DUNIA Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia DW Ingin Sumbang Korban Kabut Asap? Obat dan Perlengkapan Ini Paling Dibutuhkan Ha Hutan California Terbakar Bencana Asap, BMH Siagakan Ambulans dan Bagi-Bagi Masker Republika Online Rencana Satgas Sungai Cileungsi dan Cilamaya Harus Diperjelas Kebakaran Australia Helikopter, pesawat dan kapal militer dikerahkan, perdana menteri peringatkan masa sulit ke depan’ - BBC News Indonesia Keterkaitan Karhutla dan Korupsi serta Komitmen Pemerintah dalam Mengatasinya Halaman all - Aceh distribusikan bantuan siaga bencana hadapi musim pancaroba - ANTARA News Restorasi Gambut Kunci Tekan Dampak Kebakaran Hutan - Industri 4 Ribu Orang Mengungsi, Korsel Nyatakan Kebakaran Hutan Bencana Nasional Dinas Sosial Beri Bantuan Korban Kebakaran Badui Turki Minta Bantuan Uni Eropa Atasi Kebakaran Hutan Republika Online Hyomin T-ara Dipuji Karena Sumbang Ini untuk Korban Kebakaran Korsel Alih-Alih Uang Menlu Turki dan Australia diskusikan soal kebakaran hutan Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Godok Insentif bagi Desa Kebakaran Hutan Meluas, Turki Umumkan Status Bencana 17 Cara mencegah kebakaran hutan dan lahan Polres dan Perhutani Ponorogo Simulasi Kesiapsiagaan Tanggulangi Kebakaran Hutan Aplikasi Menangani Kebakaran Hutan — BeritaBenar anggota PMI bertindak sebagai…….di lokasi bencana alam 2. bantuan yang sangat diperlukan - PENGGALANGAN DANA DAN BANTUAN KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN DI SIMPANG TIGA REDELONG BENER MERIAH Setda Prov Kalteng - Gubernur Tegaskan Komitmen Kalteng Bebas Kabut Asap 2019 Polres dan Perhutani Ponorogo Simulasi Kesiapsiagaan Tanggulangi Kebakaran Hutan Pelanggaran terhadap Minoritas Agama di Indonesia HRW Perubahan iklim picu tren kebakaran hutan California, menurut studi - BBC News Indonesia Pemadaman Gabungan Kebakaran Lahan di Silaberanti Seberang Ulu I, Kota Palembang Mari Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Garut, Ini yang Dibutuhkan Kapolres Inhu Berikan Bantuan Sembako Kepada Korban Kebakaran di Kecamatan Batang Cenaku Mensos Tinjau Lokasi Kebakaran di Krukut, Beri Bantuan Dana Rp 781 Juta Trauma Healing Korban Bencana Kebakaran Media Center Isen Mulang Palangka Raya Berita – Page 4 – Website Resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat Kebakaran Hutan Yunani Seperti Film Horor’ Okezone News Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat by Download BS-E - issuu Bhabinkamtibmas Dampingi Penyerahan Bantuan Korban Kebakaran - Tribrata News Uni Eropa Kirim Bantuan ke Turki Atasi Kebakaran Hutan Masker dan Bantuan Makanan Mulai Dikirimkan ke Korban Asap Riau - Health Kebakaran Hutan Besar Terjadi di Turki, 4 Orang Tewas Penyusunan Rencana Kontinjensi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kendal Penyaluran Bantuan Bencana Kebakaran Kampung Cukalukur Kebakaran hutan dan lahan kian meluas dan kabut asap semakin parah, BNPB kewalahan padamkan api - BBC News Indonesia Kapan terakhir kamu pergi ke hutan? Kapan terakhir kamu menanam pohon? Mungkin itu pertanyaan aneh bagi kamu, tapi pertanyaan-pertanyaan itu sangatlah bermakna untuk ditanyakan pada hari ini. Kenapa? Karena hari ini telah ditetapkan sebagai Hari Hutan Sedunia. Hari yang dijadikan batu peringatan akan pentingnya ekosistem hutan yang didominasi oleh spesies-spesies pohon di seluruh dunia untuk menopang seluruh kehidupan di Bumi ini, khususnya manusia dan bagaimana kita bisa menekan laju kerusakan ekosistem tersebut. Hutan melindungi iklim di planet kita, melindungi kita dari banjir dan erosi tanah. Hutan juga menyediakan air yang sangat esensial bagi hidup manusia dan menumbuhkan tanaman-tanaman pangan kita, juga menyediakan sumber-sumber tanaman obat yang sangat berharga. Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati, flora dan fauna, serta sumber makanan dan penopang ekonomi bagi masyarakat adat setempat. Lebih dari itu, bagi kita bangsa Indonesia, hutan-hutan kita dan keanekaragaman hayati serta budaya bersumber daripadanya, yang terhampar dari Sabang sampai Merauke merupakan anugerah Tuhan dan identitas terkuat bangsa ini. Meskipun diakui sebagai ekosistem yang sangat penting di planet ini, dan berbagai komitmen sukarela dari pemerintah berbagai negara maupun perusahaan-perusahaan dicanangkan untuk melindungi hutan yang tersisa, pada kenyataannya laju kerusakan hutan-hutan deforestasi di dunia semakin memprihatinkan. Berdasarkan analisis Greenpeace, sejak 1990–2015, kita telah kehilangan hutan di Indonesia sebanyak 24 juta ha, yang disebabkan terutama karena perluasan industri perkebunan sawit, industri kertas dan bubur kertas, serta illegal logging yang saat ini mulai mengancam hutan-hutan terakhir kita di Papua, sepanjang 2015-2018 saja sudah 130,000 ha hutan telah dibabat untuk perluasan perkebunan sawit. Jejak jaringan area penggundulan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Kwala Kwayan. The World Research Institute WRI mencatat laju kehilangan tutupan hutan di seluruh dunia sebesar 29,7 juta ha di tahun 2016, dan 29,4 juta ha pada tahun 2017. Setengahnya terjadi di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Emisi Gas Rumah Kaca tahunan dari hilangnya tutupan hutan tropis yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim pada tahun 2015-2017 adalah 63% lebih tinggi dari rata-rata selama 14 tahun terakhir. Kehancuran hutan yang juga merupakan rumah bagi satwa-satwa iconic Indonesia seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Orang Utan membuat mereka semakin diambang kepunahan, para ilmuwan memperkirakan Orangutan akan punah pada 2030 apabila kerusakan hutan terus terjadi. Ini sungguh miris dan memprihatinkan, di tengah janji-janji manis perlindungan hutan. Dampak perubahan iklim semakin nyata di depan mata kita, utamanya bagi Indonesia yang sangat rentan kondisi alam dan geografisnya. Saat ini kita kembali berduka, begitu banyak bencana ekologis seperti banjir baru-baru ini di Sentani, tanah Papua yang memakan korban manusia, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan sejak Januari sampai hari ini, kebakaran hutan di Riau membakar hampir 2,000 ha lahan dan mengakibatkan ribuan saudara-saudara kita di sana tercekik asap dan terserang ISPA, terutama bayi dan balita Seorang warga berusaha melintasi banjir di Sentani, Jayapura, Papua. Para ilmuwan sudah memperingatkan kepada kita, kita hanya punya waktu 12 tahun untuk bisa mempertahankan suhu bumi pada derajat celcius untuk bisa menyelamatkan diri dari perubahan iklim. Solusi paling efektif juga ada di depan mata yaitu menghentikan deforestasi dan memulihkan ekosistem hutan yang rusak. Sekarang. Ya, mulai dari sekarang. Itulah mengapa banyak program penanaman jutaan pohon menjadi kehilangan tujuannya, disamping karena kegagalan teknis dan tidak dibarengi dengan menghentikan kerusakan yang massif tepat dijantungnya, jantung kerusakan hutan tersisa di Indonesia. Dan saat ini yang kita perlukan tidak hanya menghentikan deforestasi tetapi juga bagaimana agar para perusak hutan bertanggungjawab dengan memulihkan ekosistem hutan dan gambut yang dirusaknya yang menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan manusia. Hal ini sejalan dengan prinsip polluter pays principle, dan mendorong negara agar lebih serius dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang pro perlindungan hutan dan restorasi dan penegakan hukum terhadap para perusahaan perusak hutan. Pemandangan hutan primer dari udara di dekat Sungai Digul, selatan Papua. Terus bagi kita yang tinggal di kota-kota besar, yang jauh dari hutan, apa dong yang bisa kita lakukan untuk melindungi hutan? Ada banyak hal. Beberapa di antaranya adalah mulai menanam berbagai macam tanaman atau pohon, untuk mengurangi polusi dan menciptakan kesegaran udara dan positive vibes di sekitarmu. Syukur-syukur kamu bisa panen buah yang dihasilkan dari tanaman-tanaman tersebut, asyik kan? Atau kamu juga bisa aktif di kotamu untuk menjaga hutan-hutan kota yang terancam dan melestarikannya, atau juga bergabung dalam kegiatan TuaiTumbuhBersama dan menjadi seorang PenjagaHutan bersama Greenpeace dan jutaan orang di dunia untuk menghentikan perusahaan-perusahaan perusak hutan, menuntut mereka dan mendorong pemerintah untuk memenuhi komitmennya untuk melindungi hutan dan gambut yang tersisa di Indonesia termasuk segera memulihkan hutan-hutan dan ekosistem yang rusak. Terima kasih untuk kamu semua yang sayang sama hutan-hutan kita. Selamat Hari Hutan Sedunia, mari kita lindungi dan pulihkan. Lindungi Hutan Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tapi juga mengancam satwa liar asli Indonesia yang terancam punah. Bantu kami wujudkan Nol Deforestasi. Ikut Beraksi

bantuan yang sangat diperlukan oleh korban bencana kebakaran hutan adalah